Waspadai 4 Area Sumber Rejeki Berjebakan Batman



Ketika seorang muslim menempati posisi sebagai imam jamaah terkecil, yaitu keluarga, maka keselamatan segenap anggota keluarga menjadilah tanggung jawabnya. Satu di antara tanggung jawab itu adalah perihal ma'isyah, penghidupan.

Anda telah paham jika Anda hanya akan membawa pulang rejeki yang halal, sepaham Anda tentang kisah burung yang pergi di pagi hari dengan lambung kosong untuk kembali di senja hari dengan lambung penuh berisi. Anda pun tahu fadhilah dan pahala bagi seseorang yang memeroleh rejeki dari hasil keringat sendiri.


Namun pernah tidakkah terbesit sekali dalam pikiran jika kehalalan suatu rejeki barulah satu faktor dari sekian faktor yang seharusnya sudah Anda pertimbangkan di awal?, tepat ketika muncul beragam pilihan dan kesempatan atau bahkan hanya tersedia satu pilihan yang harus Anda putuskan apakah Anda akan mengambil pilihan itu atau meninggalkannya.



Ternyata selain halal, sumber rejeki Anda itu haruslah aman dan mengamankan status keimanan. Hal ini akan berimbas kepada tingkat keberkahan rejeki tersebut. Dan berikut empat area sumber rejeki yang patut Anda waspadai. Ada jebakan batman di sana! Lengah sedikit saja, Anda bisa-bisa mendulang dosa.


1. Dunia bisnis

Dalam cakupan luasnya, dunia bisnis ini membawahi segenap jenis profesi yang ada hubungannya dengan kegiatan jual-beli dan tentang menjadi pemilik perusahaan.  Berikut daftar item yang patut Anda waspadai:
  • Bisnis Anda melibatkan kegiatan menakar?  Maka takarlah dengan jujur dan adil.Sedikit saja berani mengurangi timbangan, masuklah Anda ke dalam jebakan batman. Kekurangan timbangan itu akan menjadi pertanyaan yang mustahil bisa Anda jawab di hari penghisaban nanti.
  • Rekan bisnis. Point ini kental dengan isu penipuan. Tidak berbisnis kecuali dengan orang-orang berintegritas tinggi, orang-orang yang menjunjung tinggi nilai kejujuran. Tapi orang bisa saja bermain curang atau mengenakan topeng kemunafikan, namun percayalah jika kecurangan itu menebar aroma busuk. Cepat atau lambat, aroma itu bakal tercium juga. Sedangkan topeng kemunafikan, butuh energi untuk tetap menempel di atas kulit wajah seseorang. Cepat atau pun lambat topeng itu akan juga terlepas dengan sendirinya.
  • Faktor ke-thoyyibah-an. Ini tidak melulu tentang makanan. Ini tentang tingkat kemaslahatan suatu produk atau jasa yang Anda jual dan tawarkan. Jika produk atau jasa yang Anda tawarkan memiliki tingkat ke-thoyyibah-an rendah, atau bahkan berpotensi menimbulkan mafsadat, di sanalah jebakan batman berada. Ada baiknya Anda mengalihkan perhatian bisnis menuju produk atau jasa yang lebih meyakinkan dan menenangkan jiwa.
  • Anda memerkerjakan karyawan? Jika ya, maka perhatikan neraca keadilan dalam mengupahi mereka. Jangan sampai karena alasan penghematan biaya operasional nominal gaji yang mereka dapatkan jauh dari nilai keekonomian yang sepatutnya mereka terima. Atau dengan begitu mudahnya Anda mem-PHK-an sekian karyawan dengan alasan efisiensi tenaga kerja, padahal Anda mengerti masih ada solusi alternatif yang tak kalah jitu bisa Anda berlakukan dan PHK tak harus terjadi.
  • Faktor Keterpaksaan. Adakah faktor ini ikut terlibat dalam alur bisnis Anda? Apakah selama ini Anda memonopoli satu jenis produk atau jasa? Tidak-tidak, tidak ada yang salah dengan isu monopolinya selama Anda mampu bersabar untuk hanya menerapkan harga yang sesuai dengan nilai interinsik produk jualan Anda. Tapi sepertinya sangat jarang orang yang mampu melakukan keadilan jenis ini. Biasanya bisnis monopoli cenderung memaksakan harga kepada para konsumennya, iya tidak? 
  • Ancaman dan tekanan. Apakah Anda selama ini melancarkan bisnis dengan melibatkan praktek mafia, atau bahkan Andalah sang mafioso? Jika ya, seharusnya Anda sudah meninggalkan bisnis itu jauh hari. Bisnis apapun yang mengandung ancaman dan tekanan akan mengurangi bahkan menghilangkan kadar keberkahan sepenuhnya. Anda ingat konsep Al-Quran tentang perniagaan di Surat An-Nisa ayat 29? Tepat, ada konsep "Tijaarotan 'an taroodhin minkum", yaitu perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.

2. Dunia hiburan dan seni

Dunia yang satu ini mencakup profesi apa pun yang bertujuan menghibur orang lain dan atau menyuguhkan hasil karya seni. Beberapa jebakan batman-nya di antaranya:
  • Eksploitasi tubuh wanita. Mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki tubuh seorang wanita, semua itu adalah aurat. Maka jika ladang garapan Anda melibatkan aurat wanita, pikir-pikir ulanglah untuk sampai kapan Anda bertahan di sana.
  • Unsur lawakan. Anda seorang pelawak? Seorang stand-up comic yang lagi naik daun? Profesi apa pun yang sarat akan candaan baiknya perhatikan materi candaan Anda karena jebakan batman-nya adalah ketika Anda memasukan unsur pornografi di dalamnya hingga melayangkan imaji kotor para penonton. Atau memasukan unsur ajaran agama yang Anda selewengkan dan rendahkan. 

3. Dunia Politik

Berbicara dunia politik bukan sekedar mengangkat kembali polemik demokrasi dan parlemen dalam memerjuangkan syariat Islam. Bagi siapa pun yang terlibat di dalamnya permasalahnnya lebih rumit dari yang pernah Anda bayangkan sebelumnya. Akan menghadir banyak jebakan batman di sana-sini. Segelintir di antaranya:

  • Unsur politik uang. Jika ada unsur ini dalam karir perpolitikan Anda, maka ini bukan lagi jebakan batman, tapi sudah menjadi jebakan joker!
  • Sumbangsih kepada umat dan perundangan. Seberapa berartinya posisi Anda dalam jabatan politik Anda? Apakah jabatan politik Anda mampu memberi manfaat kepada sesama? Apakah Anda terlibat langsung dalam pembuatan undang-undang dan peraturan? Maka jika Anda berlaku abai terhadap prinsip Al-Quran dan Al-Hadits, tidak mau mengejawantahkan prinsip-prinsip di dalamnya untuk menjadi isi butir perundangan itu, maka lagi-lagi, ini sudah menjadi jebakan joker!

4. Dunia Pendidikan

Ada paling tidak 3 jebakan batman bagi Anda yang berstatus sebagai pengajar di level mana pun, diantaranya:

  • Tentang kurikulum. Perhatikan kurikulum atau silabus yang dipakai. Apakah melulu memberikan informasi tentang ilmu dunia tanpa sedikit pun mengaitkan dengan ilmu akhirat? Malas melakukannya, di sanalah bersembunyi jebakan batman. Jika Anda ternyata bingung mengaitkannya, maka terbukti selama ini Anda belum rajin membaca buku. 
  • Akhlak peserta didik. Jika Anda berpikir Anda hanya berkewajiban menyampaikan pelajaran di kelas lalu berlaku abai terhadap akhlak yang diperlihatkan peserta didik di luar kelas, maka selamat! Anda baru saja masuk jebakan batman kedua! Keberkahan gaji Anda sebagai pengajar akan berbanding lurus dengan kadar kepedulian Anda terhadap akhlak mereka.

Pada akhirnya, empat area  di atas hanyalah sebuah pemicu bagi kita semua untuk mulai merenungkan hakikat sumber-sumber rejeki yang selama ini kita jadikan mata pencaharian. Tentu masih banyak area sumber rejeki lain yang belum terulas dari artikel di atas, atau bahkan ada kekeliruan di dalamnya. Jika demikian mari kita diskusikan lebih lanjut.


sumber gambar: screenrant.com





0 comments:

Post a Comment