Misteri Gerbang Pernikahan


Menjadi muslim yang terus berusaha menetapi ketaatannya kepada Allah, yang terus memerjalankan keimanannya, di satu saat di masa depannya, perlahan, seiring berkurangnya jatah usia, oleh waktu dan kondisi, ia akan dihantarkan terus mendekat kepada gerbang pernikahan.


Gerbang pernikahan, dapat dibayangkan sebagai gerbang besar penuh misteri. Sesiapa yang belum pernah mendapatkan pengalaman menikah, tentu akan memandangnya dengan penuh ketakjuban bercampur was-was.

Gerbang pernikahan dipandangnya sebagai gerbang besar dalam rangkaian penting hidupnya. Tak mungkin begitu saja diabaikan.  Sejajar kepentingannya seperti pertanyaan tentang kematian, dimana, kapan, dan dalam kondisi seperti apa Anda dimatikan?

Pun demikian dengan gerbang pernikahan, dimana dan kapan Anda akan menikah?, siapa yang akan menjadi pasangan hidup Anda? Semua itu pelik dan menyita pikiran. Sebuah misteri besar yang harus dipecahkan.

Namun, bagaimana pun peliknya, menikah haruslah terjadi, harus terjadi dengan penuh persiapan, dengan penuh  diskusi, lagi pendekatan. Menikah bukan menikah seadanya, apalagi menikah  setelah puas bermaksiyat dalam balutan paket cinta pacaran.

Jika Kang Emil pernah berkelakar, "Buanglah mantan pada tempatnya", maka dengan semangat yang sama seharusnya para muda-mudi bersorak, "Campakkan dosa pacaran selamanya ke tempat paling terkutuk!", lalu tempatkan kemuliaan pernikahan pada tempat terbaiknya.

Kemuliaan gerbang pernikahan pantang dinodai dengan upaya "curi-curi start" yang dibalut dengan bungkusan indah pacaran. Biarkan gerbang pernikahan tetap menjadi misteri kehidupan hingga Allah memantaskan Anda, menyampaikan Anda dengan selamat dan bahagia untuk dapat sampai ke sana, MENGUAK keindahannya pada waktunya.

Hematkan energi masa muda Anda. Jangan buang percuma untuk kegiatan suka-suka dan sia-sia. Mulailah berbenah diri, memersiapkan apa pun: pemahaman Dienul Islam, kecakapan menjemput rejeki, pengetahuan tentang seni mendidik anak, hingga belajar bagaimana mengelola keuangan pribadi.

Semua itu mutlak dilakukan jika Anda memang memiliki keinginan untuk mendapatkan pernikahan yang penuh keridhoan Allah, pernikahan istimewa yang hanya diberikan kepada sebagian dari hamba-hambaNya.

0 comments:

Post a Comment