Nikah Itu Sunnahku, Kalo Pacaran? LGBT itu?





Seperti halnya malam yang merindu siang, bulan merindukan matahari. Allah menciptakan segenap makhlukNya dalam pasangan serasinya. Itu adalah fitrah penciptaan. Tidak ada yang berubah dalam fitrah penciptaanNya.


Pun demikian halnya dengan manusia. Mereka pun diciptakan berpasang-pasangan. Allah pasangkan lelaki baik bagi wanita baik dan berlaku kebalikannya. Fitrah insaniyah ini terus berlangsung dan langgeng hingga munculnya generasi Sodom di muka bumi. Dengan begitu "kreatif"-nya mereka ciptakan dosa zinah gaya baru, memuaskan diri kepada sesama jenis.

Walau zaman telah berlalu, warisan generasi Sodom ini terus dipelihara dengan sengaja. Kita lumrah mengenal istilah maho, lesbong, atau jeruk makan jeruk. Dan belakangan masyarakat kita diresahkan dengan istilah baru untuk merujuk  kepada dosa besar yang sama: LGBT. Tentu ada dalang nyata di balik kampanye setan ini, semangat hitam untuk menyelisihi Sunnah Nabi.

Namun syukurlah, mayoritas penduduk negeri ini masih punya logika dan kewarasan yang cukup untuk paham jika LGBT itu berada di sisi yang salah dari jalan pemikiran manusia beradab.

Namun juga jangan tenggelam dalam kesyukuran itu karena ancaman lain, yang tak kalah mengerikannya masih menghantui keimanan dan peradaban manusia. Tiada lain adalah praktek pacaran, satu jenis dosa yang dikemas dengan begitu elegan atas judul besar cinta. Dalangnya, juga tentu ada. Akan selalu ada tentara-tentara setan, baik dari bangsa jin maupun manusia di balik kerusakan moral umat.

Tak seperti kampanye LGBT yang mudah mendapatkan akhir kekalahannya, kampanye pacaran malah mendapatkan kemenangan gemilangnya. Siapa pun manusianya, berapa pun usianya, banyak yang memberikan sikap permisif mereka kepada penyakit pacaran yang telah lama mewabah, tanpa ada niatan serius untuk memberangusnya seperti niatan yang sama untuk memberangus penyakit LGBT tadi.

Atau masyarakat kita masih bingung dalam memandang pacaran? Apa yang salah dengan pacaran? Bahkan sebagaian banyak masyarakat bumi memulai karir pernikahan ya dari pacaran.

Jika bingung, mari kita berjalan bersama, merenungkan peringatan ini. Lihatlah fakta di sekeliling kita, berapa banyak praktek perzinahan yang terjadi di beragam rentang usia, mulai dari pelajar culun hingga PNS kolot yang memulai perjalanan dosa zinah mereka dari pacaran?

"Tapi itu kan tidak semua, masih banyak kok pacaran yang sehat."

Lalu yang seperti apa pacaran yang sehat? Pacaran yang dilakukan dengan berlari sekian kilometer hingga berkeringat?

"Tapi masih banyak kok pacaran yang syar'i"

Weleh-weleh!... pacaran gaya apa lagi itu? Apakah pacaran tanpa acara sentuh-sentuhan, buka-bukaan? Pacaran yang hanya mojok untuk ngobrol?

Maka, rauplah alasan segunung sebagai pembenaran. Teruskan kembali kegiatan pacaran yang Anda idam-idamkan, toh akhirnya sesiapa pun akan berakhir berkalang tanah. Toh pada waktunya, akan tiba juga saat turunnya hujan pertanyaan, ribuan bahkan jutaan pertanyaan akan kehidupan yang sangat sulit dijawab tanpa bekal iman dan takwa.

Di dunia, Anda bisa melewati banyak pertanyaan mengapa Anda kekeuh pacaran, tapi tidak di akhirat. Nasib dan keselamatan Anda sepenuhnya tergantung kepada bagaimana Anda membuktikan keimanan Anda yang sering hanya mampu Anda ucapkan di ujung bibir. Dan satu-satunya usaha pembuktian keimanan seseorang, termasuk Anda dan saya, hanyalah dengan tunduk-patuh kepada dua warisan Nabi, yaitu Al-Qur-an dan As-Sunnah.

Rosul Muhammad sudah gamblang memberi tuntunan dalam menyikapi rasa suka kepada lawan jenis, yaitu menikahlah.

"Buset nikah?! Blom siap kalee!!!"

Jika belum siap ya siapkan, pantaskan diri untuk siap menikah.

"Tapi bagaimana jika dorongan hawa nafsu begitu kuat? Belum lagi berondongan godaan dari segenap penjuru mata angin!"

Mulai bangunlah benteng pertahanan diri dengan shoum sunnah. Jika dirasa kurang berasa hanya shoum senin-kamis, tambahkah dengan shoum ayyaamul-bidh, jika masih ada dorongan itu, maka tekadkan diri untuk mendawamkan shoum daud.

Mungkin upaya ini dipandang kuno, ribet nan melelahkan, tapi yang seperti inilah yang menyelamatkan Anda dari fitnah pacaran, yang membuka jalan kebaikan dunia-akhirat, yang mengantarkan Anda mendapatkan ridho-Nya, insya Allah wa walloohul musta'aan...

sumber gambar: www.kevinobosi.com

0 comments:

Post a Comment